Thursday, January 15, 2015

Memahami Aperture Secara Jelas


Pada artikel tips memotret tentang Istilah Dasar Fotografi Yang Wajib Anda Pahami disebutkan istilah Bukaan, Diafragma, Aperture. Nah pada kesempatan kali ini, kami akan membahas arti aperture secara lebih detail. Bukaan atau Diafragma atau Aperture adalah istilah fotografi yang mendefinisikan seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto.

Fungsi dari aperture sendiri adalah mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera lewat bukaan pada lensa tersebut. Ketika tombol shutter dipencet, saat itulah lubang di depan sensor kamera akan terbuka. Dan setingan aperture lah yang menentukan seberapa besar lubang itu terbuka. Semakin besar terbuka, maka makin banyak cahaya masuk yang akan dibaca oleh sensor kamera.
Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan F-stop. Seperti diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin besar nilai F-nya , makin kecil diameter / diafragmanya terbuka dan begitu juga sebaliknya, makin kecil angka F-nya makin besar diafragma terbuka.
Perhatikan ilustari bukaan lensa di bawah ini:

Pada gambar di atas terlihat, F4, F8 dan F16 memiliki perbedaan bukaan lubang/diafragma sebuah lensa. F4 lebih besar terbuka dari pada F8. Dan F8 lebih besar terbuka diafragmanya ketimbang F16.
Berikut nilai aperture yang umum pada sebuah lensa : f/1.4, f/1.8, f/2, f/2.2, f/2.8, f/4.0, f/5.6, f/8, f/11, f/16, f/22, f32 … Pengaturan aperture dari f/1.4 ke f/1.8 akan membuat cahaya berkurang setengah dari sebelumnya karena memang diameternya mengecil menjadi setengah seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Semoga artikel Memahami Aperture Secara Jelas, jika anda ingin menambahkan, silahkan pergunakan form komentar di bawha ini. #SalamJepret

Wednesday, December 31, 2014

Istilah Dasar Fotografi Yang Harus Dipahami


Artikel  kali ini akan menjelaskan istilah dasar fotografi yang harus dipahami bagi anda yang ingin belajar fotografi. Di era saat ini, memiliki kamera digital sudah bukan suatu hal yang luar biasa. Di mall dan ditempat-tempat wisata sering kita temui banyak orang sudah menenteng kamera digital baik itu SLR ataupun kamera saku.
Namun apakah mereka semua paham betul istilah-istilah dasar fotografi ? belum tentu. Bermodal uang dan kata trend mendapatkan sebuah kamera SLR tanpa sebuah dasar pemahaman akan dasar fotografi saat ini sudah menjadi fenomena biasa. Terus apa masalah ? tidak ada masalah dengan hal itu.
Akan tetapi jika kita mengerti dan memahami istilah dasar fotografi, paling tidak akan menjauhkan dari praktek yang salah dengan tindakan asal jepret. Berikut istilah dasar dalam fotografi yang harus dipahami sebelum dan sesudah memiliki kamera digital baik saku maupun SLR.
Istilah Dasar Fotografi
1. Bukaan, Diafragma atau Aperture
Pernah dengan istilah Bukaan, Diafragma, Aperture ? berita buruk jika anda belum pernah mendengar tetapi anda sudah memegang kamera digital. Istilah fotografi ini biasa disebut bukaan lensa, berfungsi untuk menangkap intensitas cahaya yang masuk kedalam kamera. Intinya semakin besar bukaan lensa akan semakin besar menangkap cahaya, hal ini berpengaruh pada ruang tajam gambar (DOF) atau biasa disebut dengan Depth Of Field. Baca artikel Memahami Definisi Aperture Secara Detail.
2. Speed (kecepatan)
Dari namanya, istilah fotografi speed sudah jelas berkaitan dengan kecepatan. Speed adalah kecepatan kamera saat menangkap sebuah gambar yang dikehendaki. Speed bisa dirubah sesuai kemauan kita dan kebutuhan objek yang akan kita foto. Semakin cepat speed yang diatur, semakin beku foto tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin lambat speed kamera yang diatur akan mengakibatkan gambar shake.
3. DOF (Depth Of Field)
Istilah fotografi DOF bisa diartikan sebagai ruang tajam pada sebuah hasil foto. Ruang tajam meliputi bagian yang focus dan blur. DOF ditentukan oleh faktor Bukaan, Diafragma atau Aperture di atas. Semakin besar diafragma, semakin sempit DOF/ruang tajam sebuah foto yang didapakan.
4. ISO
Tingkat sensitifitas cahaya tergantung pada ISO. Semakin besar angka pada ISO akan semakin sensitive dalam menangkap cahaya, namun efeknya akan timbul noise pada foto yang dihasilkan.
5. Mode Dial
Baik kamera digital SLR atau kamera saku, pasti sudah memiliki model dial. Baik dalam bentuk tombol ataupun panel putar. Mode dial standart biasa ada 5 macam mode dial sebuah kamera digital.
  • Auto adalah pengaturan paling mudah dalam kamera, karena semua sudah diatur dan diprogram secara otomatis, pemakai kamare tinggal pencet shutter langsung jadi foto.
  • Aperture Priority, kecepatan akan diatur secara otomatis kemudian untuk diafragma/bukaan kita atur sendiri sesuai kebutuhan.
  • Speed Priority, sistem ini merupakan kebalikan dari Aperture Priority
  • Program, semua telah diatur oleh kamera.
  • Manual, dengan mode manual kita dapat bereksperimen mulai dari pengaturan WB, Speed dan sebagainya.
Tidak ada yang instan dalam hal belajar jika ingin menuai hasil maksimal. Dalam fotografi memahami sebuah teori dan mempraktekan akan membuat hasil foto anda akan semakin berkualitas. Semoga artikel tips memotret Istilah Dasar Fotografi Yang Harus Dipahami ini bisa menjadi modal awal anda. #SalamJepret 

Apa itu Segitiga Exposure ?

Artikel fotografi kali ini kami akan mencoba mengulas tentang Segitiga Exposure Shutter Speed, Aperture dan Iso. Istilah fotografi Exposure bisa diartikan sebagai kemampuan kamera mengumpulkan cahaya yang masuk. Ada tiga hal yang penting untuk mengatur exposure di kamera yaitu Shutter speed, Aperture dan Iso. Hubungan ketiganya biasa disebut dengan segitiga exposure.
Kamera pada dasarnya adalah sebuah alat yang berguna untuk menangkap cahaya melalui sensor kamera. Cahaya yang masuk akhirnya diterjemahkan oleh sensor menjadi sebuah gambar. Sederhana saja, jika cahaya sedikit, gambar akan gelap atau disebut dengan (underexposed/UE). Dan jika cahaya yang ketangkap sensor kamera banyak, gambar akan menjadi terlalu terang (overexposed/OE).
Baik mari kita mencoba untuk berandai-andai, jika exposure diibaratkan sebagai sebuah gelas, dan cahaya adalah air yang akan dituangkan ke gelas. Maka exposure yang tepat adalah saat gelas terisi air hingga tepat di bibir gelas. Jika isi air tidak mencapai bibir gelas, maka gambar underexposed/UE, dan saat air tumpah karena kepenuhan maka gambar overexposed/OE. Sederhana kan ? motret itu menyenangkan loh teman.. :D 

Dial Mode
Cara Mengatur Exposure
Kamera era saat ini sudah memiliki kemampuan melihat gambar dan menghitung exposure yang canggih. Bahkan tentang kombinasi shutter speed, aperture dan ISO saat menangkap suatu cahaya. Kamera digital DSLR ataupun kamera saku saat ini sudah memiliki fitur pilihan mode exposure, ingin otomatis atau manual.
Dalam kamera digital ada mode exposure manual (Manual) dan otomatis (Automatic, Program, Aperture Priority dan Shutter Speed Priority). Silahkan baca manual kamera masing-masing kamera untuk mempelajari mode-mode lebih lanjut.


Parameter

Untuk menggunakan manual exposure, Anda harus memahami terlebih dahulu tentang shutter speed, aperture dan Iso. Jika ketiganya sudah dipahami, kami yakin untuk menuangkan air di dalam gelas tanpa harus tumpah ataupun kurang adalah hal mudah. 

Exposure Compensation (EV +/-)
Apa arti Exposure compensation ? Exposure compensation adalah sebuah fitur kamera untuk mengubah hasil perhitungan exposure baik dari manual ataupun auto exposure. Biasanya disimbulkan dengan EV +/-.




Conoth EV +/-







Kapan menggunakan exposure compensation ? saat kita menggunakan auto/manual exposure namun hasil foto lebih gelap/terang dari yang diinginkan sebelumnya. Misal fotonya ingin lebih terang lagi dari hasil pengukuran exposure sebelumnya. Maka naikkan exposure compensation sebesar +1 EV. Dan begitu sebaliknya jika foto ingin lebih gelap, turunkan menjadi -1 EV atau lebih.

Perlu diingat, exposure compensation adalah bukan bagian dari faktor penentu exposure. Exposure compensation hanya mengubah hasil perhitungan autoexposure saja. Jika kita menerapkan exposure compensation positif, maka hasil perhitungan autoexposure kamera akan lebih terang daripada sebelumnya. Jika kita menerapkan exposure compensation negatif, maka hasil perhitungan autoexposure akan lebih gelap daripada sebelumnya.
Segitiga Exposure Shutter Speed, Aperture dan Iso adalah multak untuk dipelajari jika Anda ingin belajar fotografi lebih lanjut. Tidak hanya untuk yang ingin berkarir di fotografi, jika Anda hanya hobi, wajib juga untuk mengerti tips fotografi dasar seperti segitiga exposure ini. Selamat mencoba teman ! #SalamJepret
Berbagai Sumber 

Apa itu Fotografi ?

Selamat datang di halaman Oerangfoto Photography, disini kami mencoba berbagi informasi tentang dunia fotografi yang kini semakin banyak orang bergelut denga photo, baik photo lewat Hp yang orang banyak pakai atau Kamera digital / DSLR. Sebelum kita lebih jauh lagi mengenal dunia fotografi, kami jelaskan terlebih dahulu apa itu Fotografi?  

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
Jadi bisa kita simpulkan, fotografi merupakan proses melukis dengan menggunakan media cahaya, tampa cahaya maka hasil dari photo itu akan gelap tidak ada image / gambar yang dapat dilihat dan dinikmati. Berbeda dengan seni lukis tentunya.
Mungkin hanya itu perkenalan sinkat tentang fotografi, tentunya masih banyak pengertian-pengertian lainya.

sumber : wikipedia.com

Labels